Surat ke.4Saya memeluk dan mencium diri sendiri. Dia layaknya seorang saya, hanya saja berbeda kelamin, garis hidup dan bau saja. Saya ber-tremor ria rasakan hangat badannya. Iya, badannya selalu hangat. Saya gemetar namun senang, nafas saya berat, tidak sesak namun saya berkeringat. Sejenak semua terasa ringan, ringan seperti kapas putih sesejuk nafasmu, yang kemudian perlahan mulai merayap ke leher saya yang kau klaim dan rasa bahwa itu adalah rahang kasar saya, jeda 3menit kau mulai statis diam dan setelah itu hanya nafasmu yang seakan berbicara muntahkan tembang senjakala. Dan saya mulai coba berpikir tuk masukkan sedikit sari tebu dalam kopi saya,
SuperHandalJayaSaya ingin menyelamatkan dunia. Panggil saya SuperHandalJaya.Selanjutnya saya akan memilih kata "luar biasa" dibanding kata konyol sebagai reaksi dari para pendengar gelegar saya. Terlebih saya akan mendukung hebatnya dengan meninggalkan pesan di tiap penjuru kota maya dalam bentuk poster photocopy berisi photo hasil manipulasi agar terlihat gagah tampan jumawa. Tak lupa kata-kata manis dan puja-puji merendah untuk yakinkan target saya akan bukti kesuperan saya di headline surat kabar harian jagat semesta.Saya ingin menyelamatkan dunia. Panggil saya SuperHandalJaya.Saya pun mulai berparade di tiap sudut kota maya memakai segala atribut