Deviant Login Shop  Join deviantART for FREE Take the Tour
×

:iconygksm: More from ygksm


More from deviantART



Details

Submitted on
September 22, 2007
File Size
5.0 KB
Thumb

Stats

Views
670
Favourites
4 (who?)
Comments
30
Downloads
11
×
Saat ini saya adalah pria sinis yang sedang coba meramu gumpalan gula-gula dan berharap hasil ramuan saya nantinya akan menjadi ramuan yang dimana orang yang memakannya akn menjadi orang yang merasa berguna bagi siapa, apa, dan -Nya. Ramuan ini saya ciptakan untuk gantikan nikotin, caffeinne, dan alkohol yang sampai sekarang masih kuasai adrenalin pemicu kerja otak kanan saya. Tetapi saya telah muak karenanya, saya bosan dengan insomnia, migrain, dan sesak itu. Saya mulai mengumpulkan bahan-bahan yang saya butuhkan. Biang gula dari serat tebu yang tumbuh di daerah pegunungan Bromo, rempah-rempah tropis Halmahera, embun perawan lembah baliem, serta karbondioksida hasil serapah teriak serak akibat busuknya tingkah polah orang-orang yang permainkan arti welas asih untuk kepentingan kelamin, di ibukota, Jakarta.

PermenKosmik. Iya, saya menamai hasil akhir racikan ramuan saya dengan nama PermenKosmik. Berbentuk oval, berwarna pelangi, harum rumput setelah hujan. O.. pesonanya, cantiknya.

Permenkosmik ini saya harapkan akan menjadi sumbu api dari evolusi sebuah pola pikir baru dimana puluhan ribu orang indonesia yang paling tidak konvensional saling bertukar keluh kesah sambil menari memakai kostum mahabarata berteriak lantang salurkan ego perawan mereka. Ego yang selama ini mereka anggap melawan norma, atau bahkan takut tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Lewat PermenKosmik ini, saya ingin mereka bisa terninabobokan sejenak dalam batas maya abu-abu untuk kemudian meraja semesta dengan menyalurkan ego-ego yang mereka anggap mustahil sebelumnya.

Saya pribadi mencoba hasil ramuan saya untuk pertama kalinya. Saya belum mau berbagi dengan yang lain. Permenkosmik. Hmmm.. Nyammmm.. untuk selanjutnya saya coba menutup mata barang sejenak tuk nikmati manis pelanginya.. Ahh berat... saya pun memberanikan membuka ma.t... ahhhh syitttttt...... Saya melihat sebuah kota dimana mayat-mayat hidup mulai bangkit dari kuburnya menuju ke sebuah monumen pagan berbentuk belibis berkepala tikus bertuliskan BapakIndustri di perutnya yang buncit membusuk, Saya mual. Kemudian saya bergeser ke kiri, saya melihat sebuah sketsa hidup dari lembah baliem dimana saya bisa tertawa simpul melihat para ekspatriat menari rumba sambil mengelilingi babi guling panggang dengan hanya memakai koteka. ha ha ha. Saya sempatkan melongok ke atas, saya melihat seorang anak perempuan asik membakar kemenyan sambil mengucap mantra yang entah kenapa saya dapat artikan maksudnya yaitu agar setiap orang dewasa mengidap penyakit nista dimana setiap derai tawa mereka disertai nanah menetes dari lidah keunguannya, dari matanya keluar liur nafsu yang biasanya dilampiaskan kepada kerabat dekatnya sendiri... Gila... Saya kembali mual.. Permenkosmik.

Kembali saya menutup mata sejenak untuk redakan sedikit ketakutan dan mual saya. Tenang.. berat.. tenang.. tetapi kemudian saya merasa bulu kuduk saya merinding. Perlahan saya membuka mata saya (lagi), terang sekali. Saya melihat seorang gadis 19 tahun memakai jarik batik berwarna legam kecoklatan dengan sayap putih yang etnah kenapa tumbuh di kedua sisi kepalanya bukan di punggung pada umumnya. Dia duduk mengkangkangi saya sambil mengunyah renyah sirihnya. Dengan senyum aneh namun sahaja ia pun bertanya pada saya, "Coba kamu ceritakan pengalaman-pengalaman manis pahit yang bisa membuat seperti sekarang ini?". Saya menengadah, tatap matanya sedikit senyum untuk kemudian ujar "Maaf, saya tidak punya sejarah yang sifatnya personal".

Tenang.. berat.. tenang.. ia pun menghilang, sepertinya.

Lagi (lagi), Tutup mata untuk kesekian kalinya, mengulang sensasi baru yang entah apa itu. Blukkk... Blukk... Ahh apa ini? terasa sesak hantam rusuk, namun ada nyaman dan nikmat semu hasilkan senyum. Saya pun kembali (lagi, lagi) membuka mata cari sebabnya. Benderang, silau. Saya melihat benderang silau diatas saya yang berjeda hitam dan nyeri sejenak karena gundukan tanah yang melayang hantam tubuh saya dalam waktu sepersekian detik. Saya seperti berada dalam sebuah lubang. Lubang lahat. Dimana diatas saya, hanya ada tiga orang petugas penggali lahat yang saya lihat mulai menutup kembali lubang yang tadi di galinya. Tetapi bedanya, kini saya di dalamnya. Ya, hanya mereka dengan lenguh kasar serta peluh anyir mereka. Saya tak lihat orang lain yang saya kenal diatas lubang saya. Saya tak dengar isak sedih nyata maupun dibuat-buat diatas lubang saya. Tak ada lemparang kembang-kembang kamboja dan melati... Hmmm... hihi.. entah kenapa hal-hal tersebut tidak menganggu saya.

Saya merasa nyaman. Ahhh.. senyum sejenak (lagi, lagi, lagi, dst).. nyaman, dan itu terasa nyata saat kembali saya tutupkan mata dengan senyum. Tenang.. berat.. tenang.. ia pun menghilang, sepertinya. Ahh.. PermenKosmik.


Regards,
Yogi Kusuma
  

  
Dan ini tentang PermenKosmik saya.
Saya belum mau berbagi.

O.. Jagat Dzat Penguasa..
O.. Jagat Dzat Penguasa..
O.. Jagat Dzat Penguasa..


Saya tenang.. iya, tenang.
Add a Comment:
 
:iconndulaylay:
ndulaylay Nov 7, 2007   Artisan Crafter
aaaaa pesan satu bungkkus!
Reply
:iconanshebat:
hahh. seperti suasana hati saya.. :)
Reply
:iconcedz:
CedZ Oct 4, 2007  Professional Photographer
:clap: i know wut permenkosmik is :D
Reply
:iconredpublic:
ehm.. seorang digital imager , seorang photographer , sekaligus seorang puitis...
Reply
:iconjenengkudenny:
tenang pren .... disini masih banyak teman temanmu yg akan menemanimu makan soto ayam plus sate ati dan jalan jalan yg nggak tentu arahnya di kota orang =D
Reply
:iconvektorscksprojekt:
setuju om!! mari kita beli JAKARTA!!!
Reply
:iconpalupitamara:
palupitamara Sep 23, 2007  Hobbyist Artisan Crafter
jeruuuu~ >,</
Reply
:iconehsiica:
jadi beneran ganti nama? ;)
Reply
Add a Comment: