KebebasanItuMeluruhJalanNyataMalam ini kami berpetualang lintasss galaksi menuju dimensi selain bimasakti. Kami bosan disini, terlalu banyak rumusan empiris dalam berperilaku, atau mungkin juga karena di nyata dunia kami mulai bosan dengan satu identitas saja.. hehe.. *skip! Perjalanan pun kami mulai dengan mengitari bumi pada porosnya sebanyaak 13 kali lalu meluncur menuju wormhole dengan kecepatan 666jt kbps. Di sekejap menit di dalam wormhole kami rasakan sensasi tropis ayahuasca dan LSD yang racuni sadar akan kenyataan busuknya nyata. Ahh syittt.. skip lagi sajalah bagian ini. Di dalam roket magenta bergaris cyan berpucuk kuning, kami melintasi berbagai macam planet
Surat ke.4Saya memeluk dan mencium diri sendiri. Dia layaknya seorang saya, hanya saja berbeda kelamin, garis hidup dan bau saja. Saya ber-tremor ria rasakan hangat badannya. Iya, badannya selalu hangat. Saya gemetar namun senang, nafas saya berat, tidak sesak namun saya berkeringat. Sejenak semua terasa ringan, ringan seperti kapas putih sesejuk nafasmu, yang kemudian perlahan mulai merayap ke leher saya yang kau klaim dan rasa bahwa itu adalah rahang kasar saya, jeda 3menit kau mulai statis diam dan setelah itu hanya nafasmu yang seakan berbicara muntahkan tembang senjakala. Dan saya mulai coba berpikir tuk masukkan sedikit sari tebu dalam kopi saya,
PermenKosmikSaat ini saya adalah pria sinis yang sedang coba meramu gumpalan gula-gula dan berharap hasil ramuan saya nantinya akan menjadi ramuan yang dimana orang yang memakannya akn menjadi orang yang merasa berguna bagi siapa, apa, dan -Nya. Ramuan ini saya ciptakan untuk gantikan nikotin, caffeinne, dan alkohol yang sampai sekarang masih kuasai adrenalin pemicu kerja otak kanan saya. Tetapi saya telah muak karenanya, saya bosan dengan insomnia, migrain, dan sesak itu. Saya mulai mengumpulkan bahan-bahan yang saya butuhkan. Biang gula dari serat tebu yang tumbuh di daerah pegunungan Bromo, rempah-rempah tropis Halmahera, embun perawan lembah baliem,